you just steped forward to the world's stooooopid spot!!


HOME


Friday, May 15, 2009
aneh deh

karena akhir-akhir ini agak stress, jadi sok ide buat beli dupa. liat2 dibungkusnya ada yg wangi jeruk, apel, pappermint, ylang-ylang, lavender, sampe bau rumput. baunya enak-enak pula! seger... dengan berbagai khasiat. ada yg menghilangkan stress, menambah semangat, sampe menenangkan pikiran. akhirnya tergoda juga dengan segala tipu daya pemasaran dalam kemasan tersebut. belilah dua dupa dengan wangi jeruk (menambah semangat), dan ylang ylang (menenangkan pikiran).

sesampainya di kos, langsung deh dicoba keampuhannya. mana tau stress langsung hilang. plus kamar jadi bau jeruk pula. itu namanya sambil menyelam minum koka kola.

ini... idung saya yg ga peka ato gmn y?
tapi kok baunya kayak obat nyamuk bakar yang ngelingker-lingker gitu ya?
klo gini, bukannya menghilangkan stress, tapi malah TBC!

(pantes, orang jaman dulu ga banyak yg stress y. ternyata kuncinya obat nyamuk bakar, sodara-sodara! mungkin bau itulah memang yang menghilangkan stress. tapi jangan kaget klo jaman dulu kasus TBC emang tinggi)




Posted at 02:26 am by jeng sueb
Comments (6)  




Tuesday, May 12, 2009
lagi-lagi gender. gila gila gender

saya pikir isu gender uda basi. hare gini...
saya pikir benar-benar kesetaraan itu sudah ada. seperti bukunya Putnam Tong, berbeda tapi setara; perempuan dan laki-laki memang berbeda, tapi tetap setara dalam banyak hal, dengan tidak melupakan bahwa perempuanlah yang hamil dan melahirkan.
apa lagi dilingkungan akademik.
ga mungkin masi ada pengajar yang merendahkan perempuan.
tapi ternyata, masi ada. dan itu beneran malu-maluin bgt.

seorang teman saya adalah seorang feminis berkewarganegaraan korea. awalnya dia merasa indonesia sangat hebat dalam hal kesetaraan gender. megawati pernah menjadi presiden, tidak ada keharusan menggunakan nama belakang suami bagi istri atau anak-anaknya, dan ada banyak hal lain. dan dia tidak pernah membayangkan akan ada pelecehan terhadap isu gender dalam ruang akademis.

tapi, di kelas bahasa Indonesia dia merasa terjadi pelecehan terhadap isu gender. seorang dosen laki-laki sering sekali membuat lelucon mengenai perempuan. dan seluruh laki-laki di kelas itu tertawa. sampai ia mendebat keras, dan keluar dari kelas itu. sekarang, teman saya itu mendapat kelas baru, dan dosen baru untuk pelajaran bahasa indonesia di Inculs. namun, kegelisahan teman saya itu terjadi lagi.

puncaknya adalah ketika sang dosen menuliskan sebuah kalimat: Wanita adalah Racun Dunia. pikir teman saya ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. akhirnya teman saya protes dan meminta si dosen mengganti kalimat tersebut. and guess what, di luar dugaan, dosen tersebut justru berkata: "hey seon min, yang saya bilang adalah wanita. dan wanita itu bukan kamu, jadi mengapa kamu harus marah? saya tidak sedang menjelek-jelekan kamu...".

tidak berhenti sampai di situ, seon min melaporkan hal ini kepada salah satu petinggi perempuan di Fakultas Ilmu Budaya. teman saya pikir, seorang perempuan pasti lebih mengerti kegelisahannya tersebut. tapi apa kata petinggi teresebut: "tidak apa-apa seon min... itu hanya bercanda..."

uh... saya sendiri sangat kecewa mendengarnya.

perempuan indonesia itu terbiasa direndahkan dan dianggap masyarakat kelas dua. seajk lahir hak-hak perempuan sudah dilemahkan. perempuan tidak boleh begini, tidak boleh begitu. media juga merendahkan perempuan, yang paling nyata adalah secondary rape dalam berita-berita pemerkosaan. seolah2 karena cantik dan sintal perempuan itu diperkosa. lalu, siapa yang salah kalau terlahir cantik dan sintal? itu sih dasar laki-lakinya aja yang ga bisa ngontrol t*t*tnya sendiri.

dan karena sudah terbiasa direndahkan dilecehkan, didoktrinasi bahwa hal tersebut tidak apa-apa, bukan masalah, akhirnya perempuan tidak sadar kalau ia sedang dilecehkan. yang lebih membuat kesal lagi, dia DOSEN! what''s the heck with FIB?! saya pikir, kalo di Fisipol, habis sudah dosen-dosen macam itu! (ih, bapak idup di jaman feodalisme y?)




Posted at 12:13 am by jeng sueb
Comments (5)  




Wednesday, May 06, 2009
to know knowing

filmnya menurutku drama thriller (sempet ketakutan di awal-awal). dan ga seperti kebanyakan film doomsday lainnya, knowing ga terlalu action, jadi jangan membayangkan suguhan kayak the day after tomorrow. tapi bukan itu yang mau diceritakan. melainkan, betapa jahatnya hollywood menstereotipkan peran perempuan.

yang paling kentara adalah ketika Diana melarikan caleb dan abey untuk bersembunyi di bawah tanah, sementara John Koestler mengatakan bahwa ia tahu kunci angka terakhir. dengan menemukan angka-angka itu, ia akan menemukan tempat yang aman. bukannya menunggu, Diana justru kabur membawa Abey dan Caleb untuk berlindung di bawah tanah. pun ketika caleb berhasil menghubungi John, Diana justru histeris dan tetap bersikukuh bahwa mereka harus segera bersembunyi di bawah tanah. sampai ketika abey dan celeb di bawa kabur oleh para pembisik (the whisperer), diana mengejar dengan membabi buta hingga tertabrak truk dan meninggal saat ditolong oleh paramedis. (terbuktilah ramalan kematiannya).

diana digambarkan sebagai sosok perempuan dengan steorotipe yang emosional, tidak berfikir panjang, terlalu melindungi anak-anaknya, sulit diatur, dan tidak mau berfikir dengan logika. bahkan diana cenderung digambarkan sebagai sosok yang selalu mengambil keputusan yang salah.

begitu juga hampir seluruh perempuan di rangkaian film tersebut. si ibu guru yang membuat ramalan tak selesai tertuliskan, bahkan si penulis ramalan, semuanya digambarkan sebagai perempuan, yang akhirnya mebawa masalah.

bahkan abey juga hanya sekadar pelengkap. jalan cerita dibangun oleh John dan Caleb. Abey hanya muncul sebagai pelengkap di tengah-tengah yang akhirnya mudah ditebak bahwa ialah sang Hawa (Eve).

misogini ternyata masi ada dalam bentuk yang berbeda. perempuan memang tak lagi dituduh sebagai penyihir yang kemudian dikejar dan dibunuh sampai habis. kini, bayi-bayi perempuan pun dibiarkan hidup. bahkan profesor perempuan, astronot perempuan, semuanya eksis. tapi, stereotiping perempuan tetap ada.

perempuan tetaplah si pembawa original sin. mengapa hanya Hawa (Eve) yang menanggung dosa asal? bukankah Adam juga memakannya? bukan salah hawa jika adam tergoda untuk makan juga. adam saja yang tak kuat iman.

dalam film ini, layaknya pandora, perempuan digambarkan sebagai manusia emosional, tidak berfikir dengan logika sehingga merugikan semua. bahkan dengan terang-terangan lelaki akhirnya ditampilkan seabgai pengambil keputusan yang selalu tepat, yang ironiny, selalu disadari terlambat oleh setiap tokoh perempuan.

oh hollywood, mengapa begitu kejam sama perempuan?


(bukan hanya gender, ras dan etnis juga. lihat saja, terorisime dan penjahat, distereotipekan sebagai sosok arab. wah...)


Posted at 01:41 am by jeng sueb
Comments (3)  




Saturday, May 02, 2009
ayo aerobik bersama di DPR!

tau apa sih vena melinda soal politik? tau apa sih dia soal isu-isu sosial? jangan jangan nanti main di bawah meja dpr maknanya jadi denotasi. hehehehhe...

bener yah, pemilu kmrn ini gawat banget. semua iklannya cuma communication without substance. jadinya yang dapet jatah kursi ya yg kayak vena melinda gitu dah!



oh tuhan, dia bahkan ga tau bagaimana mengurus pakaiannya, gimana mau ngurus rakyat?

Posted at 11:48 pm by jeng sueb
Comments (7)  




Tuesday, April 28, 2009
siapkah kita?

di kompas hari ini dibilang bahwa asia lebih siap menghadapi virus H1N1 (flu babi) karena udang berpengalaman ama SARS dan H5N1 (flu burung). masa iya sih? bukannya pengalaman medi, peralatan, teknologi asia itu ketinggalan ama eropa (ato setidaknya indonesia lah)? masa eropa jadi kalah sama asia?

di berita kemaren, dibilang bahwa alat pendeteksi suhu tubuh (salah satunya bisa mendeteksi apakah seseorang menderita suatu penyakit) ga diwajibkan untuk dilewati. artinya, orang yang keluar masuk indonesia bebas aja tanpa harus dideteksi sakitkah ato nggak. selain itu, ha ada juga travel warning bagi turis indonesia ke meksiko, ato turis meksiko untuk masuk indonesia. lalu, bagaimana Indonesia bisa lebih siap?

ato mungkin ada benarnya juga sih tulisannya kompas itu. mungkin indoneisa jadi lebih aman dari endemi flu babi. tapi alasannya bukan karena Indonesia lebih siap dari negara lain (apalagi eropa), bukan juga karena paramedis kita canggih (masi banyak tuh kasus malpraktek) tapi, karena indonesia agak-agak terpencil dari epradaban eropa dan amerika (tempat di mana H1N1 heboh).

kalo mau masuk indonesia kan ga ada tuh pesawat langsung dari meksiko. palingan ada juga dari malaysia ke jakarta, ato ke bali. ato dari singapore. nah, berarti kalo mau masuk indonesia dari meksiko, kan mesti lewatin beberapa airport di beberapa negara tuh... itulah kenapa indonesia jadi lebih aman.

misalnya mesti lewatin bandara di NewYork, hongkong, singapore, baru jakarta, berarti kan orang-orang yg mau masuk indonesia uda tersaring di NewYork, Hongkong dan SIngapore di mana penjagaan nya lebih ketat. kalo ada yang penyakitan juga, uda kejaring duluan di negara-negara sana. uda buru-buru diisolasi. akhirnya, ga jadi deh itu penyakit masuk indonesia. memang ya, untung skeali negara kita itu (ini untung apa bukan sih?).

jadi, ya mukjizat tuhan indonesia di kasih di khatulistiwa, mukjizat tuhan indonesia jadi jamrud khatulistiwa, dan mukjizat juga kita jauh dari amerika.


di eropa sana sedang ada maskerisasi akibat flu babi





Sunday, April 26, 2009
film baru itu berjudul: Manohara (genre: drama action)

karena saya sesungguhnya ga seberapa apdet sama berita-berita masa kini, saya baru tau ada kasus keluarga manohara dan pangeran malaysia yang katanya kekerasan dalam rumah tangga sama si manohara itu. sepagian ini aja uda liat 3-4 berita soal itu di berbagai acara dan berbagai stasiun tv.



(pas kawinan semuanya seneng... sayangnya ga bisa seneng terus yah...)


pertama model cantik itu ditampilin, saya ga ngerti, kasus apa ini. dia TKI (sebagai model) kah di malaysia sana? tapi setelah diliat-liat lagi. pahamlah saya bahwa sekarang orang-orang malaysia ga cuma suka indonesia worker, tapi juga indonesian band, indonesia singer, sampai indonesian wife. heheheh... no offense.

hmmm... kekerasan dalam rumah tangga ya?
apa kabar kasus kekerasan terhadap TKI kita yang digosok punggungnya dengan setrika panas, yang ga dikasi makan, yang dicambuk?
saya mengutuk apapun bentuk tindak kekerasan, kepada siapapun. bukan cuma karena anti kekerasan terhadap perempuan. tapi karena anti kekersan terhadap MANUSIA. semua manusia sama. tidak ada satu pun yang berhak melakukan kekerasan terhadap lainnya dan tidak ada juga yang boleh diperlakukan semena-mena.

tanpa mengurangi rasa hormat terhadap keluarga manohara, saya lihat manohara masih bisa berdandan (yang menghabiskan jutaan rupiah pastinya) dalam kemunculannya dipublik tanggal 25 kemarin.
hanya ga abis pikir, apa yang menyebabkan kasus ini mendapatkan porsi berita yang sebegitu besarnya di media?
apa ini bukan sekadar agenda setting?
karena kasus kekerasan terhadap TKI aja ga pernah seheboh ini.
mungkin ini yang dibilang names make news.

seperti kebanyakan berita kurang penting lain, berita ini juga muncul tiba-tiba di tengah pemberitaan kasus lain yang lebih penting; soal pemilu misalnya. berita ini mengambil porsi dan ditayangkan pada waktu-waktu yang sama dengan berita politik lain. seperti iklan yang lewat gitu aja, ibunya manohara yang nangis-nangis juga lewat begitu aja tanpa terlalu diambil perhatian ucapannya apa.

musuh bersama adalah salah satu faktor yang menyulut nasionalisme dan persatuan bangsa. sekaligus juga pengalih perhatian terhadap berita buruk soal kinerja pemerintah. maka lagi-lagi malaysia ditampilkan sebagai musuh bersama. soal manohara yang disiksa pangeran malaysia, soal kepolisian yang bergeming (dan diberita disebut-sebut kemungkinan karena berhubungan dengan keluarga raja), dan juga soal ibunda manohara yang tidak diizinkan datang ke malaysia dan bertemu manohara (disebutkan ibunda dari manohara diusir ketika menginjakan kaki di malaysia, padahal dia kan besan kerajaan). maka, jadilah malaysia (lagi-lagi) public enemy saat ini.

dan terlupalah sudah penggelembungan suara, ketua dan anggota partai yang ditangkap karena korupsi padahal dia menggunakan hak dipilih dalam pemilu, juga segala ketidaksiapan pemilu. masyarakat indonesia yang sangat dramatis langsung tersirap drama putri manohara yang disiksa sang pangeran.



sang Putri dalam sinetron kali ini emang cakep banget ya...




Friday, April 24, 2009
konvensi, atau konstruksi?

dunia itu udah dikontruksi demikian rupa. do and don't uda ditetapkan. dari sononya katanya. tapi sononya itu mana? nenek moyang kita dulu? tuhan? ato siapa?

kenapa kata "apa" ditetapkan memiliki makna seperti kata "apa" yang kita kenal selama ini? kenapa "apa" tidak bermakna "yang" seperti yang kita kenal? itu yang dulu saya pikirkan waktu sd. kenapa ada gedung bertingkat yang dipake buat "kantor", "apartemen". dan kenapa namanya "kantor", "apartemen". kenapa ga "rumah" di sebut sesuai dengan makna "kantor" dan "kantor" disebut dengan makna kata "rumah". toh semuanya arbitrer kan?

sekarang setelah aku kenal dunia, aku tau semua yg arbitrer ini ternyata hasil konvensi manusia dari jaman dulu. nenek-nenek kita yg memulai bahasa dari cara yang paling sederhana. mungkin hanya fonem-fonem tak berbentu awalnya hingga akhirnya jadi sepatah-dua patah kata. hingga jadi bahasa yang rumit seperti sekarang ini. lalu, apa artinya "apartemen" disebut dengan "kantor" jika maknanya tetaplah seperti kata "apartemen" yang kita kenal sekarang? tak masalah bukan? generation of meaning kita yang paling penting. kata hanya pembungkus. adalah makna dibaliknya yang membuatnya jadi penting.

tapi, apa iya selalu begitu?

bagaimana jika pemilik kuasa mengonstruksi makna?
misalnya jamannya Hitler, adalah Yahudi yang dikosntruksi maknanya menjadi bacteria, parasit, dan apapun yang berarti sesuatu yang pantas dibunuh. hingga akhirnya kata Yahudi memiliki makna konotasi sebagai sesuatu yang "halal" untuk dibunuh. artinya begini, dalam pemaknaan pertama, yahudi dilihat sebagai suku bangsa, namun dalam pemaknaan konotasi tahap kedua, yahudi adalah suku bangsa yang pantas untuk ditiadakan. dan itu terkonstruksi secara ga sadar sehingga tiap kali mendengar "yahudi" maka "bunuh dia" menjadi maknanya.

atau bagaimana jika kata "berbeda" jadi ditambahkan makna "berbahaya". dan ini akan jadi legitimasi untuk menghilangkan unsur-unsur "berbeda" dalam masyarakat karena dalam proses signifikansi tahap kedua kata ini menjadi "berbahaya".

makanya orde baru sering kali menghaluskan kata sehingga maknanya seolah bergeser. ini konstruksi. misalnya PKL yang "dihancurkan" lapaknya dikatakan "ditertibkan". BBM yang "naik harga"nya disebut "disesuaikan". seolah kata-kata itu memiliki makna demikian. sehingga begitu sampai dimasyarakat jadi terdengar lebih halus. dan semua media menggunakan kata itu. seolah "menghancurkan" adalah bermakna sama dengan kata "menertibkan" yang kita kenal. dan "menaikan harga" adalah sama dengan arti kata "menyesuaikan".

kalau sudah begini, apartemen bukanlah sekadar apartemen. dan kantor bukanlah sekadar kantor. apa bukanlah sekadar apa. semuanya hasil konstruksi penguasa.

Posted at 01:09 am by jeng sueb
Comment (1)  




Sunday, March 15, 2009
blog... riwayatmu kini...

wah, blog jadi sepi yah...
jaman dulu, setiap postingan saya, biasanya dikomentarin 4, 8, sampe belasan orang.
sekarang, boro-boro.
posting aja jarang-jarang.

aneh ya.
sejak ada fesbuk, jadi males ngeblog.
setahun ini deh.
eh, tapi awal-awal masi pada rajin juga ngeblog.
sekarang sepiiii... termasuk saya.

apa karena fitur fitur fesbuk lengkap?
ato kenapa?
ga tau.
saya juga jadi males ngeblog ni.
kebanyakan fesbuk.
ga apdet juga sama isu-isu sosial.
skripsi juga ketinggalan (hahahahah... selalu cari pledoi soal skripsi yang jalan di tempat).

begitulah.
dunia tak selebar fesbuk sodara sodara.
(ga penting ni tulisan)

Posted at 01:14 pm by jeng sueb
Comments (2)  




Monday, February 09, 2009
iqra

kalau semua orang maunya cuma menulis, lalu siapa yang membaca?
kalau semua maunya cuma bicara, siapa yang mendengar?
padahal mendengar dan membaca kan aktivitas penting.
mengumpulkan informasi.
karena manusia yang menyimpan banyak informasi penting yang tidak diketahui orang-orang lain lah yang akhirnya akan menguasai dunia.
mungkin itulah kenapa ayat pertama yang diturunkan adalah IQRA!
(BACALAH!), bukan tulislah.

Posted at 10:32 pm by jeng sueb
Comments (3)  




Tuesday, January 13, 2009
berita yang aneh



dini hari ini (11 Januari, 12.57 am) ada satu kalimat dalam delik RCTI yang sangat menggganggu. "Ryan tak lain adalah seorang HOMOSEKSUAL yang JAGAL".
can u find something wrong about that statement?
ya, jelas. jelas banget kan apa yang aneh?
kenapa harus "seorang HOMOSEKSUAL yang JAGAL"
kenapa ga "seorang JAGAL yang ternyata adalah seorang HOMOSEKSUAL"
atau, gimana kalo kata-kata homoseksual diilangin aja?
kok yang diekspos homoseksualnya, bukan jagalnya?
lagyan, penting ya orientasi seksualnya disebutin?
seolah-olah ada hubungannya being homoseksual ama being a murder?
hummm...
apa memang kita ini bangsa yang ga bisa menghargai pilihan orang lain ya?
ada banyak homoseksual, dan ada banyak pembunuh.
apa semua homoseksual itu pembunuh?
hey, cuma ryan loh homoseksual yang di blow up sebagai pembunuh. terus, kenapa homoseksual jadi seolah identik ama pembunuhan si?

homoseksualitas itu sama tuanya sama peradaban manusia (baca: collin spencer, sejarah homoseksual). jadi, kalo seseorang memutuskan menjadi (atau mungkin given sebagai) homoseksual, itu kan pilihan mereka.
normal tidak normal cuma masalah banyak atau tidaknya yang memilih suatu pilihan. mungkin kalo di san fransisco, yang ga normal adalah justru being hetero(seksual). tapi ya udalah, bukan soal normal ga normal. ini tuh soal menghargai manusia lain. karena kebutuhan emosi terbesar seorang manusia adalah kebutuhan untuk dihargai!




Previous Page Next Page



jeng sueb



what people think about me is their bussiness, NOT MINE




   





<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

please click on the date to find archives



waktu Indonesia bagian sueb (well, GMT+7)



Rika Novayanti's Facebook profile



mampir-mampir dulu?
:: adit :: anink :: crita crita serruuu :: ddee :: dee :: deedee :: didiet :: dogol :: ea-12h34 :: herru :: neNden :: kana :: mas kul-kul :: mata :: miund :: mrs. adp :: mr. capuccino ::ndutyke :: nohan :: nona nieke :: oom bud ::othephe :: Rona :: phoebe :: puri :: raditya dika :: rega :: robo :: rudi :: sammy :: sandy :: siTONIrojim :: skyadmirer :: tukang koran :: ummi :: windu :: kumpulan back up tugas nista ::





ato maen-maen ke sini?
cek imel di yahoo ato kero
prenster
virtual pets
poet
skinnya blog
cari-cari bahan kuliah








Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed