|
saya pikir benar-benar kesetaraan itu sudah ada. seperti bukunya Putnam Tong, berbeda tapi setara; perempuan dan laki-laki memang berbeda, tapi tetap setara dalam banyak hal, dengan tidak melupakan bahwa perempuanlah yang hamil dan melahirkan. apa lagi dilingkungan akademik.ga mungkin masi ada pengajar yang merendahkan perempuan. tapi ternyata, masi ada. dan itu beneran malu-maluin bgt. seorang teman saya adalah seorang feminis berkewarganegaraan korea. awalnya dia merasa indonesia sangat hebat dalam hal kesetaraan gender. megawati pernah menjadi presiden, tidak ada keharusan menggunakan nama belakang suami bagi istri atau anak-anaknya, dan ada banyak hal lain. dan dia tidak pernah membayangkan akan ada pelecehan terhadap isu gender dalam ruang akademis. tapi, di kelas bahasa Indonesia dia merasa terjadi pelecehan terhadap isu gender. seorang dosen laki-laki sering sekali membuat lelucon mengenai perempuan. dan seluruh laki-laki di kelas itu tertawa. sampai ia mendebat keras, dan keluar dari kelas itu. sekarang, teman saya itu mendapat kelas baru, dan dosen baru untuk pelajaran bahasa indonesia di Inculs. namun, kegelisahan teman saya itu terjadi lagi. puncaknya adalah ketika sang dosen menuliskan sebuah kalimat: Wanita adalah Racun Dunia. pikir teman saya ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. akhirnya teman saya protes dan meminta si dosen mengganti kalimat tersebut. and guess what, di luar dugaan, dosen tersebut justru berkata: "hey seon min, yang saya bilang adalah wanita. dan wanita itu bukan kamu, jadi mengapa kamu harus marah? saya tidak sedang menjelek-jelekan kamu...". tidak berhenti sampai di situ, seon min melaporkan hal ini kepada salah satu petinggi perempuan di Fakultas Ilmu Budaya. teman saya pikir, seorang perempuan pasti lebih mengerti kegelisahannya tersebut. tapi apa kata petinggi teresebut: "tidak apa-apa seon min... itu hanya bercanda..." uh... saya sendiri sangat kecewa mendengarnya. perempuan indonesia itu terbiasa direndahkan dan dianggap masyarakat kelas dua. seajk lahir hak-hak perempuan sudah dilemahkan. perempuan tidak boleh begini, tidak boleh begitu. media juga merendahkan perempuan, yang paling nyata adalah secondary rape dalam berita-berita pemerkosaan. seolah2 karena cantik dan sintal perempuan itu diperkosa. lalu, siapa yang salah kalau terlahir cantik dan sintal? itu sih dasar laki-lakinya aja yang ga bisa ngontrol t*t*tnya sendiri. dan karena sudah terbiasa direndahkan dilecehkan, didoktrinasi bahwa hal tersebut tidak apa-apa, bukan masalah, akhirnya perempuan tidak sadar kalau ia sedang dilecehkan. yang lebih membuat kesal lagi, dia DOSEN! what''s the heck with FIB?! saya pikir, kalo di Fisipol, habis sudah dosen-dosen macam itu! (ih, bapak idup di jaman feodalisme y?) ![]() |
| tikno May 16, 2009 08:46 PM PDT Kebiasaan yang terkadang hal-hal yang salah di anggap lumrah. | ||
| nyang punya blog May 14, 2009 03:25 AM PDT di post sebelonnya mata juga bilang gitu. emang gimana si gaya nulisnya? | ||
| Rudi May 13, 2009 04:05 PM PDT Wuihhh......jeung Sueb masih belom berubah....gaya tulisannya masih sama dengan terkhir Gua berkunjung di Blog ini. Terus deh konsisten seperti ini !! | ||
| nyang punya blog May 12, 2009 03:01 PM PDT iya, kirain uda ga jamn ni. uda basiii. masi ada aja org kaya gitu deh... | ||
| mata May 12, 2009 01:02 PM PDT hari gini masih ada diskrimanasi gender ya jeung....??? kok bisa sih kek gitu... | ||
| Leave a Comment: |